Nick Woodman, Berhentilah Memikirkan Ide Bisnis

Kemajuan teknologi membuat dunia seolah tanpa batas. Demikian juga dalam hal bisnis. Kemajuan teknologi membawa kemudahan dalam berbisnis dan menembus batas daerah bahkan negara. Banyak orang yang tertarik untuk berbisnis, namun ternyata tidak mudah menemukan ide berbisnis dan jenis usaha yang cocok untuk dimulai. Bahkan, banyak orang yang berbisnis karena “latah”. Melihat orang lain sukses berbisnis sepatu olahraga, mereka ikut-ikutan berjualan sepatu olahraga. Bisnis yang dijalankan seperti ini tidak akan berumur panjang.

Kebanyakan para miliarder dan orang-orang sukses menemukan ide mereka dari apa yang mereka sering kerjakan.

Satu dekade lalu, Nick Woodman mendambakan sebuah kamera yang bisa diikat di pergelangan tangan. Alasannya sederhana, ia ingin aksi selancarnya dapat dilihat oleh teman-temannya. Woodman memang tergila-gila dengan surfing. Sayang, ketika itu, tidak ada perangkat yang mampu memenuhi keinginannya tersebut.

Berawal dari keinginan itu, Woodman berjuang keras. Ia mengumpulkan uang untuk membuat perusahaan yang bisa memproduksi kamera berukuran kecil dan bisa diikatkan di pergelangan tangan. Dengan kamaera seperti itu, Woodman bisa merekam aksinya selancar. Woodman rela kendaraan kesayangan, Volkwagen Bus keluaran 1971 miliknya dijual untuk mewujudkan keinginannya tersebut.

Akhirnya pada tahun 2004, perusahaannya berhasil memproduksi dan menjual kamera versi 35 mm. Kamera ini kemudian berkembang menuju digital, mulai dari kamera digital 3 MP sampai kamera berdifinisi tinggi atau Full HD 1080 pixel. Kamera itu banyak dipakai oleh para atlet untuk merekam aksinya. Tentunya kita tahu kamera itu. Iya, itulah kamera GoPro yang menjadi incaran bukan hanya kaum muda tetapi juga kalangan mapan. Sejak 2004 itu, penjualan GoPro meroket lebih dari dua kali lipat setiap tahun.

Begitu saya berhenti berusaha untuk memikirkan ide bisnis dan mulai berfokus pada apa yang saya sukai, saat itulah ide bisnis itu datang kepada say.

Setiap kali surfing, Woodman akan memakai kamera GoPro-nya. Saat menemukan kekurangan, ia mencatatnya. Dengan cara itulah menjadi dasar Woodman memperbaharui kamera produksinya.

Menurut majalah Forbes, 6 Maret 2013, perusahaan milik Woodmaan itu telah menjual 2,3 juta unit kamera selama tahun 2012 dan sukses meraup pendapatan US$521 juta atau sekitar Rp 4,9 triliu. Tidak heran bila Woodman kemudian masuk ke dalam jajaran miliarder muda dengan harta kekayaan bersih US$1.3 miliar atau setara Rp 12.6 triliun.

Kita juga bisa meniru cara Woodman untuk sukses. Dengan berhenti memikirkan ide bisnis dan mulai fokus pada apa yang kita sukai dan menemukan bisnisnya.

sumber: Buku 77 Mantra Meningkatkan Produktivitas Diri ala Miliarder

 

Leave a Comment